• Spam Diblokir

Hari Statistik Nasional 26 September


26septSTATISTIK, dari namanya saja orang cukup kesulitan ketika kudu mengucap kata tersebut. Dengan dieja perlahan pun orang masih juga susah mengucap dengan benar, dan yang sering terdengar adalah kata stastistik bukannya statistik.
Yaah…terlepas dari bisa mengucap dengan benar maupun tidak, kebanyakan orang mulai mengenal kata STATISTIK dari media-media visual terutama televisi misalnya pada saat pertandingan sepakbola dimana ditampilkan angka-angka atau data tentang perbandingan banyaknya kesempatan antara kesebelasan A dan B dalam melakukan tendangan sudut, lemparan ke dalam, pelanggaran dan sebagainya. Bagi kalangan intelektualitas, kata STATISTIK lebih cenderung dikenal oleh kalangan akademisi. Yang lebih mengerikan lagi adalah sebagian (kecil) birokrat kita masih ada yang belum tahu apa itu STATISTIK. Sedangkan bagi kalangan anggota Dewan di level kabupaten/kota, saya cenderung yakin sebagian dari mereka pun belum mengerti benar apa itu STATISTIK. Bagaimana dengan penulis sendiri? Tanyakan saja pada rumput yang bergoyang….xixixi…🙂

Setelah buka sana buka sini (bukan buka celana lho yaa…), ternyata ada sebuah institusi yang menangani perstatistikan di Indonesia yaitu Badan Pusat Statistik atau mulai lebih dikenal dengan nama kependekannya: BPS yang ternyata keberadaannya juga diperkokoh dengan Undang-Undang.

Sejarah Hari Statistik Nasional

    Untuk memenuhi rekomendasi PBB agar setiap negara anggotanya menyelenggarakan sesus penduduk secara serentak, Pemerintah RI mengundangkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1960 tentang Sensus sebagai pengganti Volkstelling Ordonnantie 1930.

    Dalam rangka memenuhi kebutuhan bagi penyusunan perencanaan Pembangunan Semesta Berencana, pada tanggal 26 September 1960 Pemerintah RI mengundangkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik sebagai pengganti Statistiek Ordonnantie 1934. Undang-Undang tersebut secara rinci mengatur penyelenggaraan statistik dan organisasi Biro Pusat Statistik.
    Presiden RI pada Agustus 1996 menetapkan tanggal diundangkannya Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1960 tentang Statistik tersebut sebagai “Hari Statistik” yang dilaksanakan secara nasional. Alasannya, bahwa kelahiran Undang-Undang tersebut merupakan titik awal perjalanan BPS dalam mengisi kemerdekaan di bidang statistik yang selama ini diatur berdasrkan sistem perundang-undangan kolonial. Kemudian, Pemerintah RI menetapkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik, sebagai pengganti Undang-Undang Nomor 6 dan 7 tahun 1960 dan penetapan nomenklatur Biro Pusat Statistik menjadi Badan Pusat Statistik.

Okeyy sobat semoga bermanfaat…🙂🙂🙂

Satu Tanggapan

  1. bener gan, teknologi berkembang sangat cepat seperti waktu… secepat kilat , Kita memang harus bisa memanfaatkan semua ini mas, ada peluang harus kita ambil.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: